Loading Logo

Memuat...

Berita 17 April 2026 11 jam yang lalu 72 dibaca

Kuliti Green Kampus, Lingkar Studi Ciputat Ajak Mahasiswa Melek dan Kawal Isu Lingkungan

Kuliti Green Kampus, Lingkar Studi Ciputat Ajak Mahasiswa Melek dan Kawal Isu Lingkungan

Ciputat — Lingkar Studi Ciputat (LSC) menggelar diskusi publik bertajuk “Green Kampus: Kebutuhan atau Sekadar Tren?” pada Kamis, 16 April 2026 di Cafe Gerak Gerik, Ciputat.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Lingkar Studi Ciputat ini menjadi ruang dialog bagi mahasiswa untuk membahas urgensi gerakan kampus hijau di tengah meningkatnya isu krisis lingkungan dan perubahan iklim.

Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 80 mahasiswa yang berasal dari berbagai organisasi kemahasiswaan, di antaranya Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin, UKM Arkadia UIN Jakarta, UKM Ranita UIN Jakarta, Tjokronesia serta organisasi mahasiswa lainnya.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga merupakan hasil kolaborasi antara Lingkar Studi Ciputat dengan UKM Arkadia UIN Jakarta, UKM Ranita UIN Jakarta, serta Tjokronesia sebagai upaya memperkuat sinergi antarorganisasi mahasiswa dalam mengawal isu lingkungan dan membangun kesadaran ekologis di lingkungan kampus.

Sambutan pertama disampaikan oleh Luthfi Firdaus selaku panitia kegiatan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Ia juga menyinggung bahwa isu lingkungan semakin penting untuk terus didiskusikan oleh mahasiswa terutama di masa rezim sekarang.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden dan Bapak Rektor. Dampak dari berbagai kebijakan yang ada’ membuat kita akhirnya terus membahas dan mengkritisi isu-isu lingkungan seperti ini,” ujar Luthfi.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kholil Umami, pegiat Lingkar Studi Ciputat, yang menegaskan bahwa isu lingkungan harus terus dikawal oleh mahasiswa sebagai bagian dari tanggung jawab intelektual dan moral.

Menurutnya, sebagai insan Ulul Albab, mahasiswa memiliki peran penting dalam merespons persoalan lingkungan secara kritis sekaligus solutif. Ia juga menekankan bahwa gerakan menjaga lingkungan merupakan implementasi dari Nilai Dasar Pergerakan, khususnya prinsip hablum minal ‘alam, yaitu relasi manusia dengan alam.

“Isu lingkungan harus terus kita kawal bersama. Sebagai insan Ulul Albab, gerakan menjaga alam bukan hanya tanggung jawab ekologis, tetapi juga bagian dari implementasi nilai dasar pergerakan, yaitu hablum minal ‘alam—relasi manusia dengan alam,” ujar Kholil.

Diskusi ini menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan aktivis mahasiswa dan penggerak isu lingkungan, di antaranya Muhamad Iqbal Saputra selaku Kabid Advokasi Lingkungan, Adhil Ramadhan Tj selaku Ketua Tjokronesia.id, serta Muhammad Raihan selaku Ketua UKM Arkadia UIN Jakarta.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dan menimbulkan pro dan kontra dalam membahas berbagai persoalan mulai dari konsep green campus, peran mahasiswa dalam menjaga lingkungan, hingga tantangan implementasi kebijakan ramah lingkungan di kampus.

Adapun rangkaian kegiatan dimulai dengan diskusi bersama para narasumber, kemudian dilanjutkan dengan penampilan puisi bertema lingkungan yang menggambarkan kegelisahan generasi muda terhadap kondisi alam. Acara kemudian ditutup dengan sesi refleksi bersama, sebagai ruang kontemplasi untuk meneguhkan kembali kesadaran akan pentingnya menjaga relasi harmonis antara manusia dan alam.

Melalui kegiatan ini, Lingkar Studi Ciputat berharap diskusi mengenai green campus tidak berhenti pada wacana semata, melainkan mampu melahirkan kesadaran kolektif serta gerakan nyata mahasiswa dalam menjaga kelestarian lingkungan di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.

Sahabati Claudy Thasya

Kader PMII Komisariat Fakultas Ushuluddin dan Perguruan Tinggi Umum Cabang Ciputat

Editor : Sahabat Ubay



Bagikan:
Konten terverifikasi
Jelajahi Lebih Banyak

Berita Lainnya

Advertisement